1. Apakah yang dimaksud dengan Detoksifikasi ?
Detoksifikasi adalah proses pembuangan racun dari dalam tubuh. Detoksifikasi juga merupakan aktifitas yang harus dilakukan oleh semua orang untuk terhidar dari penyakit.
2. Apakah perbedaan antara Detox dan Diet?
Diet identik dengan mengurangi porsi makanan sehari-hari. Detox justru berfokus pada bagaimana memasukkan lebih banyak asupan nutrisi berupa makanan yang sehat dan segar dengan tambahan suplemen organik guna membantu membersihkan, menetralkan dan mengeluarkan zat-sat kimia yang sifatnya racun.
Orang yang melakukan diet biasanya beranggapan bahwa program itu akan selesai saat berat badan yang ditargetkan sudah tercapai. Sedangkan mereka yang mempraktekan detox umumnya mempunyai tujuan jangka panjang seperti badan menjadi bugar, sehat, vitalitas meningkat, awet muda, terhindar dari penuaan dini dan terhindar dari berbagai jenis penyakit.
3. Apa efek samping mengikuti program Smart Detox?
Program smart detox awalnya akan mengalami reaksi seperti diare ringan, keringat dingin, pusing dan biasanya terjadi di 3 hari pertama. Namun, jika saat menjalankan program Smart Detox badan cukup lemas, mual, muntah, sakit kepala yang tidak tertahankan, maka di stop dulu dan kembali ke pola makan biasanya dan kurangi perlahan-lahan.
4. Apa saja manfaat dari program Smart Detox?
- Membersihkan racun atau toksin yang ada di organ-organ penting di dalam tubuh
- Membuat berat badan menjadi ideal
- Meningkatkan vitalitas tubuh, staminan akan semakin prima dan daya tubuh semakin meningkat
- Performa seksualitas Anda akan semakin dasyat dan membuat kibido meningkat
- Memperbaiki kesuburan pada pria dan wanita sehingga bisa membantu program mendapatkan keturunan
- Membantu menyembuhkan berbagai penyakit seperti jantung, hipertensi, diabetes, asam urat dan lain-lain
- Membuat awet muda
- Kulit dan wajah menjadi lebih cerah dan bersinar.
5. Bolehkan program Smart Detox diikuti oleh ibu hamil dan menyusui?
Walaupun program Smart Detox ini memberi semua asupan nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil dan menyusui, tapi ibu hamil membutuhkan asupan yang lebih banyak karena ada sang bayi. Oleh karena itu untuk tidak mengikuti program Smart Detox ini terlebih dahulu. Namun, Anda disarankan mengkonsumsi produk Colostrum dan Spirulina. Sedangkan ibu menyusui selain menggunakan kedua produk tersebut sebaiknya ditambah dengan konsumsi susu ibu menyusui.
6. Apakah penderita maag akut bisa mengikuti program Smart Detox?
Penderita sakit maag akut sangat dianjurkan mengikuti program ini, karena bisa membantu memulihkan lambung yang luka. Dengan melakukan program ini maka gas yang ada di perut akan keluar, dengan ditandai dengan banyaknya buang angin dan bersendawa. Namun, Anda sebaiknya menggunakan pola 2 saja selama 7 hari. Setelah itu baru melakukan pola 232.
7. Apakah program Smart Detox ini pasti berhasil langsing?
Kami menjadi program ini akan berhasil 100 % jika Anda mengikuti aturan selama 20 hari. Kejujuran Anda lah yang tahu, apakah Anda benar-benar mengikuti aturan pemakaian atau tidak
8. Apakah penyakit tertentu bisa menggunakan program Smart Detox?
Ada penyakit yang tidak boleh melakukan program ini yaitu Gagal Ginjal. karena penyakit gagal ginjal untuk membatasi asupan cairan di dalam tubuh, sedangkan program detox harus banyak minum air minimal 12 gelas perhari.